SISTEM ANGGARAN

Posted: April 21, 2012 in Materi Pelajaran EKONOMI SMP

Sistem Anggaran

1. Anggaran Terpadu (Unified Budget )
Penganggaran terpadu
adalah penyusunan rencanakeuangan tahunan yang dilakukan secara terintregasi untuk seluruh jenis belanja guna melaksanakan kegiatan pemerintahan yangdidasarkan pada prinsip pencapaian efisiensi alokasi dana. (PP58/2005 dan Permendagri 13/2006)Dalam hal ini, perencanaan belanja rutin dan belanja modaldilakukan secara terpadu dalam rangka mewujudkan prestasi kerjakementrian/lembaga (K/N) yang dapat memuaskan masyarakat. Ada 5 komponen pokok pendekatan anggaran terpadu dalamRencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/Lembaga (RKA-KL), diantaranya :
a) Satuan kerja (Satker)
Penetapan Satker sebagai kuasa penguasa penggunaanggaran (KPA) untuk melaksanakan semua kegiatan yangditetapkan menteri/pimpinan lembaga.
b) Kegiatan
Setiap Satker minimal mempunyai satu kegiatan dalamrangka mewujudkan sebagian sasaran program dari unitorganisasi.
c) Keluaran
Kegiatan yang dilakukan Satker mempunyai keluaran yang jelas dan tidak tumpang tindih dengan keluaran darikegiatan lain.
d) Jenis belanja
Jenis belanja yang ditetapkan dengan criteria yang samauntuk semua kegiatan.
e) Dokumen anggaran
Satu dokumen perencanaan, satu dokumen penganggaran,dan satu dokumen pelaksanaan anggaran untuk semua jenis satker dan kegiatan
Secara tegas unified budget baru dilaksanakan di Indonesiasejak tahun 2005, dengan ditiadakannya pengeluaran rutin danpengeluaran pembangunan dari struktur dan format APBN.2. Anggaran Berbasis Kinerja (
Performance Based Budget
)Penganggaran berbasis kinerja mengutamakan upayapencapaian
o
utput (
keluaran) dan
o
utc
o
me
(hasil) atas alokasibelanja (input) yang ditetapkan. Dengan tujuan untuk memperolehmanfaat sebesar-besarnya dari penggunaan sumber daya yangterbatas. Oleh karena itu, perlu adanya indikator kinerja danpengukuran kinerja untuk tingkat satuan kerja (Satker) dankementrian/lembaga.Lima komponen pokok pendekatan anggaran kinerja dalamRencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/Lembaga (RKA-KL) adalah sebagai berikut :
a) Satuan kerja
Satuan kerja sebagai penanggung jawab pencapaianKeluaran/Output kegiatan/sub kegiatan.
b) Kegiatan
Rangkaian tindakan yang dilaksanakan Satuan Kerja sesuaidengan tugas pokoknya untuk menghasilkan keluaran yangditentukan.
c) Keluaran
Satuan kerja mempunyai keluaran yang jelas dan terukur sebagai akibat dari pelaksanaan kegiatan.
d) Standar biaya
Perhitungan anggaran didasarkan pada standar biaya(bersifat umum dan khusus).
e) Jenis belanja
Pembebanan anggaran pada jenis belanja yang sesuai.Pada dasarnya penganggaran berbasis kinerja merubah fokuspengukuran besarnya jumlah alokasi sumber daya bergeser menjadihasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya
Landasan Konseptual Anggaran Berbasis Kinerja :
  1. Alokasi anggaran berorientasi pada kinerja ( output andoutcome oriented);
  2. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjagaprinsip akuntabilitas (let the manager manages);
  3. Alokasi anggaran program/kegiatan didasarkan padatugas-fungsi unit kerja yang dilekatkan pada stuktur organisasi (Money function)

Dalam menetapkan target kinerja, perlu dilakukan metodeSMART, yaitu :

  • Specific – jelas, tepat dan akurat
  • Measured -dapat dikuantifikasikan
  • Achievable- praktis & realistis
  • Revelant – bagi konsumen (masyarakat)
  • Timed – batas atau tenggang waktu

Untuk mengetahui tingkat pencapaian kinerja sebuah programatau kegiatan maka perlu dilakukan evaluasi kinerja denganmengacu pada indikator kinerja yang telah ditetapkan

d)
Pendistribusian total pagu belanja jangka mengengah kemasing-masing kementrian/lembaga (line ministries ceiings),indikasi pagu kementrian/lembaga dalam jangka menengahtersebut merupakan perkiraan batas tertinggai anggaran belanjauntuk kementrian/lembaga dalam jangka menengah.e)
Penjabaran pengeluaran jangka menengah (line minitriesceilings) masing-masing kementrian/lembaga ke masing-masing program dan kegiatan berdasarkan indikasi pagu jangkamenengah yang telah ditetapkan.Secara umum konsepsi dasar KPJM dalam RKA-KL dapatdigambarkan dalam diagram seperti dibawah ini:Keterangan :1) Dijabarkan2) Dirangkum3)
I
ndikasiPendanaan4) KepastianPendanaan5) Menghasilkan6) Proyeksi ke depan
(Penjelasan PPNo. 21 Tahun 2004 (poin I.4)), diantaranya :
  • Indikator Kinerja Kegiatan
  • Indikator Kinerja Program
  • Indikator Efisiensi
  • Indikator Kualitas
3.
Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (
Medium TermExpenditure Framework)
K erangka pengeluaran jangka menengah adalah pendekatanpenganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilankeputusan yang menimbulkan implikasi anggaran dalam jangkawaktu lebih dari satu tahun anggaran.Untuk mendukukng pencapaian hasil yang dimaksudkan, dalampendekatan penganggaran Kerangka Pengeluaran JangkaMenengah (Medium Term Expenditure Framework/MTEF), dibutuhkan kondisi lingkungan dengan karakteristik sebagai berikut:
  1. Mengkaitkan Kebijakan, Perencanaan, Penganggaran danPelaksanaan.
  2. Mengendalikan pengambilan keputusan dengan :
  • Penentuan prioritas program dalam kendala keterbatasananggaran.
  • Kegiatan disusun mengacu kepada sasaran program.
  • Biaya sesuai dengan kegiatan yang diharapkan.
  • Informasi atas hasil evaluasi dan monitoring.

3. Memberikan media berkompetisi dengan bagi kebijakan, program dan kegiatan yang diambil.

4. Meningkatkan kapasitas dan kesediaan untuk melakukan penyesuaian prioritas program dan kegiatan sesuai alokasi sumbedaya    yang disetujui legislatif

Secara umum penyusunan KPJM yang komprehensif memerlukan suatu tahapan proses penyusunan perencanaan jangkamenengah meliputi :

a).Penyusunan proyeksi/rencana kerangka (asumsi) ekonomimakro untuk jangka menengah.

b) Penyusunan proyeksi/rencana kerangka/ target-target fiskal(seperti tax ratio, defisit dan rasio utang pemerintah) jangkamenengah.

c)Rencana kerangka anggaran (penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan) jangka menengah (Medium Term

BudgetFramework), yang menghasilkan pagu total belanja pemerintah(resource envelope)
d)Pendistribusian total pagu belanja jangka mengengah kemasing-masing kementrian/lembaga (line ministries ceiings),indikasi pagu kementrian/lembaga dalam jangka menengahtersebut merupakan perkiraan batas tertinggai anggaran belanja untuk kementrian/lembaga dalam jangka menengah.
e)Penjabaran pengeluaran jangka menengah (line minitriesceilings) masing-masing kementrian/lembaga ke masing-masing program dan kegiatan berdasarkan indikasi pagu jangkamenengah yang telah ditetapkan.

Secara umum konsepsi dasar KPJM dalam RKA-KL dapatdigambarkan dalam diagram seperti dibawah ini:Keterangan :

1) Dijabarkan

2) Dirangkum

3)IndikasiPendanaan

4) KepastianPendanaan

5) Menghasilkan

6) Proyeksi ke depan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s